Thursday, March 5, 2015

Contoh Makalah Perkembangan Agama Islam Di Dunia



PERKEMBANGAN AGAMA ISLAM
DI DUNIA














 











DISUSUN OLEH :
KELAS XII.IPS.1
AHMAD LUTFIADI
EGA SUSILAWATI
LATIFAH
SADAM AL-BANTANI
YASIROH


SMA NEGERI 1 CIOMAS
TAHUN 2015


IMAN KEPADA QADA DAN QADAR

A.  Pengertian Qada dan Qadar
Menurut bahasa Qadha memiliki beberapa pengertian yaitu: hukum,ketetapan,pemerintah, kehendak, pemberitahuan, penciptaan. Menurut istilah Islam,yang dimaksud dengan qadha adalah ketetapan Allah sejak zaman Azali sesuai denganiradah-Nya tentang segala sesuatu yang berkenan dengan makhluk. Sedangkan artiQadar menurut bahasa adalah: kepastian, peraturan, ukuran. Adapun menurut Islamqadar adalah perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadap semua makhluk dalam kadar dan berbentuk tertentu sesuai dengan iradah-Nya. Firman Allah:


 yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dandia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.(QS .Al-Furqan ayat 2).

Untuk memperjelas pengertian qadha dan qadar, berikut ini dikemukakancontoh. Saat ini Abdurofi melanjutkan pelajarannya di SMK. Sebelum Abdurofi lahir, bahkan sejak zaman azali Allah telah menetapkan, bahwa seorang anak bernamaAbdurofi akan melanjutkan pelajarannya di SMK. Ketetapan Allah di Zaman Azalidisebut Qadha. Kenyataan bahwa saat terjadinya disebut qadar atau takdir. Dengan katalain bahwa qadar adalah perwujudan dari qadha


B.  Hubungan Qada dan Qadar

Pada uraian tentang pengertian qadha dan qadar dijelaskan bahwa antara qadha dan qadar selalu berhubungan erat . Qadha adalah ketentuan, hukum atau rencana Allahsejak zaman azali. Qadar adalah kenyataan dari ketentuan atau hukum Allah. Jadihubungan antara qadha qadar ibarat rencana dan perbuatan.Perbuatan Allah berupa qadar-Nya selalu sesuai dengan ketentuan-Nya. Allah berfirman:


Artinya : ´
 Dan tidak sesuatupun melainkan disisi kami-lah khazanahnya; dan Kamitidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.´ (QS Al-Hijr 21)

Orang kadang-kadang menggunakan istilah qadha dan qadar dengan satu istilah,yaitu Qadar atau takdir. Jika ada orang terkena musibah, lalu orang tersebutmengatakan, ´sudah takdir´, maksudnya qadha dan qadar




D.  Permasalahan
Dilihat dari pengertian Qada dan Qadar yang telah diterangkan diatas, dapat disimpulkan adanya masalah, yaitu : Adakah penjelasan lain tentang Qada dan Qadar menurut para ulama?

E.  Pembahasan
Menurut ilmu pengetahuan yang terus berkembang, kita dapat dengan mudah menemukan jawaban dari adanya masalah. Dan dalam permasalahan ini, kami mengaitkan jawaban dari permasalahan menurut data yang telah kami cari dari berbagai penjelasan tentang Qada dan Qadar dalam internet. Dan kami menemukan jawabannya.
Ternyata banyak sekali penjelasan mengenai Qada dan Qadar yang dikemukakan oleh para ulama. Diantaranya, kami menemukan pendapat dari Ulama Asy’ariah.

Ulama Asy’ariah, yang di pelopori oleh Abu Hasan Al Asy’Ari yang telah wafat diBasrah, tahun 330 H. Berpendapat bahwa :
Qada adalah kehendak Allah SWT mengenai segala hal dan keadaan, kebaikan dan keburukan, yang sesuai dengan apa yang akan di ciptakan dan tidak akan berubah-ubah sampai terwujudnya kehendak tersebut.
Qadar adalah perwujudan kehendak Allah SWT terhadap semua mahkluknya dalam bentu-bentuk dan batasan-batasan tertentu, baik mengenai zat-zatnya ataupun sipat-sipatnya.
Menurut ulama Asy’ariah ini, jelaslah bahwa hubungan Qada dengan Qadar merupakan satu kesatuan, karena Qada merupakan kehendak Allah SWT, sedangkanQadar merupakan perwujudan dari kehendak itu. Qada bersifat Qadim (lebih dulu ada),sedangkan Qadar bersifat Hadis (baru). Selain itu, ada pula ulama yang berpendapat bahwa hubungan antara Qada dan Qadar merupakan dwi tunggal, karena dapat di katakan bahwa pengertian Qada sama dengan pengertian dari Qadar.

Rasulullah SAW ketika di tanya oleh malaikat Jibril tentang dasar-dasar iman, beliau hanya menyebutkan (Iman kepada “Qadar”, tanpa menyebutkan iman kepada “Qada danQadar. Rasulullah SAW bersabda :

االإ يمان أ ن تو من با لله وملا ئكته وكتبه ورسله واليوم الا خر وتومن با لقد ر خيره وسره (رواه مسلم)

Artinya : “Iman itu ialah engkau percaya kepada Allah, para malaikatnya, kitab-kitabnya, para Rasulnya, hari akhirat, dan engkau percaya kepada qadar yang baiknya ataupun yang buruk”. (H.R. Muslim)

Iman kepada Qada dan Qadar dalam ungkapan sehari-hari lebih popular dengan sebutan Iman kepada Takdir. Iman kepada takdir berarti percaya bahwa segala apapunyang terjadi di alam semesta ini, seperti adanya siang dan malam, adanya tanah yang subur dan yang tandus, hidup dan mati, rezeki dan jodoh seseorang merupakan kehendak dan ketentuan Allah SWT.
Takdir itu sendiri dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.      Takdir Mubram adalah ketentuan Allah SWT, yang sudah pasti berlaku atas manusia tanpa dapat dielakan lagi meskipun dengan ikhtiar (usaha). Seperti usia, kelahiran, dan kematian.
2.      Takdir Muallaq adalah ketentuan Allah SWT, yang mungkin dapat diubah oleh manusia dengan ikhtiarnya apabila Allah SWT mengizinkan. Allah hanya menunda keputusan dan menggantikannya seusai dengan usaha manusia itu sendiri.

Hukum beriman kepada takdir adalah Fardu’ain. Seseorang yang mengaku islam, tetapi tidak beriman pada takdir dapat di anggap murtad.

Ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang iman kepada takdir cukup banyak, antara lain :
... إذا قضي أمرا فإ نما يقول له كن فيكون.

Artinya : “Apabila Allah hendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya : “jadilah”, lalu jadilah dia”. (Q.S. Ali Imran, 3 : 47)
... وقدرفيها أقواتها ...

Artinya : “dan dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya”. (Q.S. Fussilat, 41 : 10)
... وكان أمر الله قدرا مقدورا.
Artinya : 
“Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku” (Q.S. Al Ahzab, 33 : 38)

Apakah manusia itu musayyar (di paksakan oleh kekuatan Allah) atau mukhayyar (di beri kebebasan untuk menentukan pilihannya sendiri)? Tidak benar kalau di iasana manusia itu mutlak musayyar, tetapi juga keliru jika di katakan manusia itu mutlak mukhayyar.
Hal –hal yang musayyar misalnya, setiap manusia yang hidup di bumi tubuhnya tidak bisa terbebas dari gaya tarik bumi, beberapa organ tubuh manusia seperti paru-paru, jantung, alat pernapasan, dan peredaran darah bekerja secara otomatis diluar kesadaran atau perasaan, bahkan ketika manusia tidur sekalipun.
Adapun hal yang mukhayyar misalnya, manusia mempunyai kebebasan untuk memilih dan berbuat sesuai dengan kodratnya sebagai mahluk. Allah SWT melalui Rasulnya telah memberikan petunjuk tentang jalan yang lurus, yang harus di tempuh manusia, kalau ia ingin masuk surga, dan jalan yang sesat yang harus di jauhi manusia jika ia tidak ingin masuk neraka. Allah SWT berfirman :
وهد ينه النجد ين

Artinya : “Dan kami telah menunjukan kepada dua jalan (jalan kebajikan dan jalan kejahatan)”. (Q.S. Al-Balad, 90 : 10)

Bahwa manusia mempunyai kebebasan untuk menentukan pilihan dalam berbuat. Hal itu tersirat dalam peristiwa berikut yang terjadi pada masa Rasulullah SAW dan Khalifah Umar bin Khatab RA.

No comments:

Post a Comment