PERKEMBANGAN
AGAMA ISLAM
DI
DUNIA
DISUSUN OLEH :
KELAS XII.IPS.1
AHMAD LUTFIADI
EGA SUSILAWATI
LATIFAH
SADAM AL-BANTANI
YASIROH
SMA NEGERI 1 CIOMAS
TAHUN 2015
IMAN
KEPADA QADA DAN QADAR
A. Pengertian Qada dan Qadar
Menurut bahasa Qadha memiliki beberapa pengertian
yaitu: hukum,ketetapan,pemerintah, kehendak, pemberitahuan, penciptaan. Menurut
istilah Islam,yang dimaksud dengan qadha adalah ketetapan Allah sejak zaman
Azali sesuai denganiradah-Nya tentang segala sesuatu yang berkenan dengan
makhluk. Sedangkan artiQadar menurut bahasa adalah: kepastian,
peraturan, ukuran. Adapun menurut Islamqadar adalah perwujudan atau kenyataan
ketetapan Allah terhadap semua makhluk dalam kadar dan berbentuk tertentu
sesuai dengan iradah-Nya. Firman Allah:
yang kepunyaan-Nya-lah
kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada
sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dandia telah menciptakan segala sesuatu,
dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.(QS .Al-Furqan ayat 2).
Untuk memperjelas pengertian
qadha dan qadar, berikut ini dikemukakancontoh. Saat ini Abdurofi melanjutkan
pelajarannya di SMK. Sebelum Abdurofi lahir, bahkan sejak zaman azali
Allah telah menetapkan, bahwa seorang anak bernamaAbdurofi akan melanjutkan
pelajarannya di SMK. Ketetapan Allah di Zaman Azalidisebut Qadha. Kenyataan
bahwa saat terjadinya disebut qadar atau takdir. Dengan katalain bahwa qadar adalah perwujudan dari qadha
B. Hubungan Qada dan Qadar
Pada
uraian tentang pengertian qadha dan qadar dijelaskan bahwa antara qadha dan
qadar selalu berhubungan erat . Qadha adalah ketentuan, hukum atau rencana
Allahsejak zaman azali. Qadar adalah kenyataan dari ketentuan atau hukum Allah.
Jadihubungan antara qadha qadar ibarat rencana dan
perbuatan.Perbuatan Allah berupa qadar-Nya selalu sesuai dengan ketentuan-Nya.
Allah berfirman:
Artinya : ´
Dan tidak sesuatupun
melainkan disisi kami-lah khazanahnya; dan Kamitidak menurunkannya melainkan
dengan ukuran yang tertentu.´ (QS Al-Hijr 21)
Orang kadang-kadang menggunakan
istilah qadha dan qadar dengan satu istilah,yaitu Qadar atau takdir. Jika ada
orang terkena musibah, lalu orang tersebutmengatakan, ´sudah
takdir´, maksudnya qadha dan qadar
D. Permasalahan
Dilihat
dari pengertian Qada dan Qadar yang telah diterangkan diatas, dapat disimpulkan
adanya masalah, yaitu : Adakah penjelasan lain tentang Qada dan Qadar menurut
para ulama?
E. Pembahasan
Menurut
ilmu pengetahuan yang terus berkembang, kita dapat dengan mudah menemukan
jawaban dari adanya masalah. Dan dalam permasalahan ini, kami mengaitkan
jawaban dari permasalahan menurut data yang telah kami cari dari berbagai
penjelasan tentang Qada dan Qadar dalam internet. Dan kami menemukan
jawabannya.
Ternyata
banyak sekali penjelasan mengenai Qada dan Qadar yang dikemukakan oleh para
ulama. Diantaranya, kami menemukan pendapat dari Ulama Asy’ariah.
Ulama Asy’ariah, yang di pelopori oleh Abu Hasan Al
Asy’Ari yang
telah wafat diBasrah, tahun 330 H. Berpendapat
bahwa :
Qada adalah
kehendak Allah SWT mengenai segala hal dan keadaan, kebaikan dan keburukan,
yang sesuai dengan apa yang akan di ciptakan dan tidak akan berubah-ubah sampai
terwujudnya kehendak tersebut.
Qadar adalah perwujudan
kehendak Allah SWT terhadap semua mahkluknya dalam bentu-bentuk dan
batasan-batasan tertentu, baik mengenai zat-zatnya ataupun sipat-sipatnya.
Menurut ulama Asy’ariah ini, jelaslah bahwa hubungan Qada
dengan Qadar merupakan satu kesatuan, karena Qada
merupakan kehendak Allah SWT, sedangkanQadar merupakan
perwujudan dari kehendak itu. Qada bersifat Qadim (lebih
dulu ada),sedangkan Qadar bersifat Hadis (baru). Selain
itu, ada pula ulama yang berpendapat bahwa hubungan antara Qada
dan Qadar merupakan dwi tunggal, karena
dapat di katakan bahwa pengertian Qada sama dengan
pengertian dari
Qadar.
Rasulullah SAW ketika di tanya oleh malaikat Jibril
tentang dasar-dasar iman, beliau hanya menyebutkan (Iman
kepada “Qadar”, tanpa menyebutkan iman kepada “Qada
danQadar”. Rasulullah SAW bersabda :
االإ يمان أ ن تو من با لله وملا ئكته وكتبه ورسله واليوم
الا خر وتومن با لقد ر خيره وسره (رواه مسلم)
Artinya
: “Iman itu ialah engkau percaya kepada Allah, para malaikatnya,
kitab-kitabnya, para Rasulnya, hari akhirat, dan engkau percaya kepada qadar
yang baiknya ataupun yang buruk”. (H.R. Muslim)
Iman kepada Qada dan Qadar
dalam ungkapan sehari-hari lebih popular dengan sebutan Iman
kepada Takdir. Iman kepada takdir berarti percaya bahwa segala
apapunyang terjadi di alam semesta ini, seperti adanya siang
dan malam, adanya tanah yang subur dan yang tandus, hidup dan mati, rezeki dan
jodoh seseorang merupakan kehendak dan ketentuan Allah SWT.
Takdir itu sendiri dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Takdir Mubram adalah
ketentuan Allah SWT, yang sudah pasti berlaku atas manusia tanpa dapat dielakan
lagi meskipun dengan ikhtiar (usaha). Seperti usia, kelahiran, dan kematian.
2. Takdir Muallaq adalah
ketentuan Allah SWT, yang mungkin dapat diubah oleh manusia dengan ikhtiarnya
apabila Allah SWT mengizinkan. Allah hanya menunda keputusan dan
menggantikannya seusai dengan usaha manusia itu sendiri.
Hukum beriman kepada takdir adalah Fardu’ain. Seseorang yang mengaku
islam, tetapi tidak beriman pada takdir dapat di anggap murtad.
Ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang iman kepada
takdir cukup banyak, antara lain :
...
إذا قضي أمرا فإ نما يقول له كن فيكون.
Artinya
: “Apabila Allah hendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata
kepadanya : “jadilah”, lalu jadilah dia”. (Q.S. Ali Imran, 3 : 47)
...
وقدرفيها أقواتها ...
Artinya
: “dan dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya”. (Q.S.
Fussilat, 41 : 10)
...
وكان أمر الله قدرا مقدورا.
Artinya
:
“Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti
berlaku” (Q.S. Al Ahzab, 33 : 38)
Apakah manusia itu musayyar (di
paksakan oleh kekuatan Allah) atau mukhayyar (di beri
kebebasan untuk menentukan pilihannya sendiri)? Tidak benar kalau di iasana
manusia itu mutlak musayyar, tetapi juga keliru jika di
katakan manusia itu mutlak mukhayyar.
Hal –hal yang musayyar misalnya,
setiap manusia yang hidup di bumi tubuhnya tidak bisa terbebas
dari gaya tarik bumi, beberapa organ tubuh manusia seperti paru-paru, jantung,
alat pernapasan, dan peredaran darah bekerja secara otomatis diluar kesadaran
atau perasaan, bahkan ketika manusia tidur sekalipun.
Adapun hal yang mukhayyar misalnya,
manusia mempunyai kebebasan untuk memilih dan berbuat sesuai dengan kodratnya
sebagai mahluk. Allah SWT melalui Rasulnya telah memberikan petunjuk tentang
jalan yang lurus, yang harus di tempuh manusia, kalau ia ingin masuk surga, dan
jalan yang sesat yang harus di jauhi manusia jika ia tidak ingin masuk neraka.
Allah SWT berfirman :
وهد ينه النجد ين
Artinya
: “Dan kami telah menunjukan kepada dua jalan (jalan kebajikan dan
jalan kejahatan)”. (Q.S. Al-Balad, 90 : 10)
Bahwa manusia mempunyai kebebasan untuk menentukan
pilihan dalam berbuat. Hal itu tersirat dalam peristiwa berikut yang
terjadi pada masa Rasulullah SAW dan Khalifah Umar bin Khatab RA.
No comments:
Post a Comment