Thursday, March 5, 2015

CONTOH MAKALAH BAHASA INDONESIA TENTANG PENTINGNYA KEAMANAN, KESELAMATAN DAN KESEHATAN SERTA BERMORAL



MAKALAH
BAHASA INDONESIA

TENTANG PENTINGNYA KEAMANAN, KESELAMATAN DAN KESEHATAN
SERTA BERMORAL
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliyah bahasa indonesia

  






 





















DI SUSUN OLEH :
SAEPUL MAARIP





KATA PENGANTAR


Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat illahi robbi Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayahnya sampai saat ini kita semua masih diberikan nikmat sehat mallafiat.
Solawat serta salam semoga tercurahkan kepada baginda penuntun umat yakni nabi besar muhammad SAW. Beserta, keluarga, sahabat, dan tidak lupa pula kepada kita semua sebagai umatnya.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnyasaya sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini, sehingga dapat terselesaikan dengan baik.
Makalah ini saya buat untuk memenuhi salah-satu tugas mata kuliyah bahasa indonesia, dengan harapan dapat meningkatkan kinerja dan kemampuan tenaga pendidik khususnya dilingkungan kita.
Akhir kata saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabiala dalam pembuatan makalah ini, masih terdapat kekurangan  dan banyak kesalahan karena saya masih dalam tahap belajar.





PENDAHULUAN

Bahasa indonesia merupakan pendidikan untuk membantu perkembangan anak dalam pendidikan untuk dapat mengetahui apa arti alam makna bahasa indonesia agar dapat bermanpaat bagi kepentingan hidupnya sebagai seorang pribadi dan sebagai angota masyarakat
     Oleh sebab itu saya berpartisipasi dalam perkembangan ilmu dan keterampilan yang dapat merangsang untuk memiliki kelengkapan aktipitas dalam belajar
 Dengan menghadapi dan menjadikan bahasa indonesia untuk membuka pola pikir yang dapat menunjukan aspirasi modern pada jaman globalisasi
 Serta pengembangan yang di angkat dari keadaan yang sebenarnya semoga di perkirakan  dapat di terima oleh masyarakat
        Ketertiban beberapa aspek ini dapat merangkai ide. Yang berkopetensi sehingga makalah ini tersusun dengan sistematis yang meliputi uji pendalaman materi dalam pendidikan bahasa indonesia  




DAFTAR ISI

1.    KATA PENGANTAR
2.    PENDAHULUAN
3.    DAFTAR ISI
4.    KEAMANAN KESELAMATAN
    DAN KESEHATAN
5.    PENTINGNYA MORAL
    DALAM KEHIDUPAN






JAMINAN KEAMANAN, KESELAMATAN, DAN KESEHATAN BAGI WANITA PEKERJA

Selama ini jaminan keamanan, keselamtan bagi wanita pekerja yang diberikan oleh perusahaan sama saja dengan yang di berikan kepada pria. Padahal kondisi fisik, psikologis,dan sosial seorang wanita pekerja jelas berbeda dengan pria. Hormon-hormon wanita menyebabkan fisik wanita lebih halus. Pertumbuhan perlengakapan tubuh kewanitaan dan jaringan lemak yang terdapat pada tempat-tempat tertentu pun tidak dimiliki oleh pria. Karena itu, sebaiknya wanita tidak melakukan pekerjaan di luar batas kemampuan jasmaninya. Bila bekerja diperusahan pun harus di perlakukanberbeda dengan pria.
Bila bidang pekerjaan pria dan wanita sama,menyamakan jam kerja pada kedua golongan tenaga kerja itu jekas kurang tepat, sekarang masih  banyak perusahan yang memberikan shif kerja yang sama antara pria dan wanita. Karena itu, masih banyak kita saksikan tenaga kerja yang berangkat kerja malam dan pulang pagi hari. Tenaga kerja yang berangkat malam hari sampai pagi hari mempunyai pengaruh yang kurang baik bagi rumah tangganya, baik dalam  kaitannya dengan suami dan anak-anak. Bagi mereka yang belum menikah, pengaruh negatif itu terutama dari segi pergaulan dan kesusilaan.
Salah satu hal yang sering menjadi permasalahan  pada tenaga kerja wanita adalah masa haid, bila haid itu normalsebenarnya tidak akan berpengaruh terhadap pkerjaan. Namun, yang sering menimbulkan kesulitan adalah bila haid itu tidak normal, yakni haid yang diikuti rasa sakit. Dalam hal ini perusahaan seharusnya memberikan cuti haid.artinya, tidak da pemotongan atau pengurangan gaji karena hal tersebut.
Selain haid, wanita juga mengalami kehamilan. Kondisi hamil dan tidak hamil tidak dapat disamakan.meskipun tetap menduduki pos atau bidang pekerjaan wanta. Tenaga kerja yang hamil memerlukan pembatasan atau keringan yang berkaitan dengan kesehatan, keamanan maupun keselamtan.
Pada wanita hamil terutama setelah triwulan kedua titik berat badan telah bergeser, sehingga badan kurang stabil. Karena tu, perlu dipertimbangkan untuk tidak memberikan pekerjaan yang memaksanya untuk berdiri atau bekerja di tempat yang datar, memnjat, mengangkat, dan melakukan gerakan memajangkan badan atau meraih sesuatu yang mengaakibatkan kehilangan keseimbanga. Konsentrasi udara dari bahan-bahan yang menggangu kesehatan juga harus mendapatkan perhatian,
Pada saat bekerja, kebiasn bepakayan, model rambut, dan sebagainya juga harus mendapatkan perhatian jangan samapai terjadi kecelakaan kerja oleh hal-hal tersebut. Terutama bila wanita bekerja pada mesin berputar, maka untuk mengurangi risiko kecelakaan wanita tidak memakai pakaian  yagn terlalu longgar. Lebih sesuai bila mereka memakai celana panjang, rambut harus ditutup dan di poting pendek untuk menghindari tertarikoleh mesin yang bergerak.

         













PENTINGNYA DIDIKAN MORAL  AGAMA SEJAK KECIL.

Kebebasan bagi para sekarang di artikan sebagai ikatan-ikatan yang berlaku pada masyarakat (norma). Norma itu, norma agama, norma susila,kesopanan maupun norma hukum.
Mereka itu cendrung mengikuti kultur barat.padahal kultur barat tidak sesuai dengan kultur bangsa kita maupun norma-norma agama. Misalnya, mereka berpakaian sangat         minim, mabuk-mabukan, judi, pesta pora yang tak ada gunanya. Semua itu seringkali bermuara pada tindak kriminal.
Mengapa remaja kita cendrumg bertindak demikian? Banyak kemungkinan penyebabnya. Beberapa penyebabnya, antara lain:
Kondisi remaja sendiri yang masih labil,timbulnya keinginan mandiri dengan semau gueyanya, lebih percaya pada teman sebayanya, mulai mengidolakan tokoh,tidak mau dietesi lagi,dan lain sebagainya. Semacam itu bila tidak mendapatkan arahan yang baik dan bijak maka dampaknya seperti yang telah tersebut di atas.
Nah, apa yang bisa untuk mencegah seperti hal-hal diatas? Salah satunya adalah dengan pendidikan moral agama sejak dini.mengapamoral agama? Agama mempunyai peranan penting, tidak berubah oleh perubahan tempat dan waktu, agama bersifat universal. Artinya nilai-nilai moral yang diambiltetap berlaku dimana saja, tidak terpengaruh oleh budaya masyarakat tertentu.
Keberhasilan sangat ditentukan oleh penddikan dan pengalaman yang dilaluinya sejak kecil. Rasanya lebih susah menanamkan moral agama saat mereka sudah dewasa. Memberi ajaran waktu kecil bagai menulis diatas kaca. Tentu hal itu akan lebih membekas.memberi ajaran pada waktu dewasa  bagai menulis diatas air. Tentu hal itu mudah hilang.
Sekali lagi, dekadensi moral remaja yang menggelisahkan semua piha, baik orang tua, guru, ulama maupun masyarakatdapat diantisipasi melalui pendidikan agama sejak kecil. Di samping itu, sarana-sarana penyebabdekadensi moral remaja itupun semaksimal mungkin dapat dikurangiatau kalau dapat dihilangkan sama sekali.










KESIMPULAN

Selama ini jaminan keamana, keselamatan dan kesehatan bagi wanita pekerja yang di berikan oleh perusahaan sama saja yang di berikan kepada pria. Padahal kondisi fisik, psikologis,dan sosial hormon-hormon wanita menyebabkan fisik wanita jelas berbeda dengan pria karena itu, sebaiknya wanita tidak melakukan pekerjaan diluar batas kemampuan jasmaninya. Bila bekerja di perusahaan pun harus di perlakukan berbeda dengan pri.














MAKALAH
FAKTOR-FAKTOR PENGARUH PERKEMBANGAN ANAK
(Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah perkembangan peserta didik)
PERKEMBANGAN
ANAK DIDIK

Disusun oleh :
1.    taufik
2.    bedi
3.    abdul manaf
4.    saeppul maarip
5.    empud mahpudi
6.    burhanudin
7.    herman
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN 2011


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat ilahi robbi Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayahnya sampai saat ini kita semua masih diberikan badan, iman, dan islam.
Shlalawat beserta salam semoga tercurahkan kepada baginda penuntun umatnabi besar mukhammad saw. Beserta keluarga, sahabat dan dan tidak lupa pula kepada kita semua sebagai umatnya.
Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penyusun sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini, yang namanya tidak dapat kami sebutkan satu persatunya.
Makalah ini penyusun buat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah perkembangan peserta didik, dengan harapan dapat meningkatkan kinerja dan kemampuan tenaga pendidik khususnya di lingkungan ciomas.
Akhir kata penyusun mohon maafyang sebesar-besarnya apabila dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan , karena penyusun masih dalam tahap belajar.



PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan usaha yang sengaja dan terencana untuk membantu perkembangan potensial anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya sebagai seorang  pribadi dan sebagai anggota masyarakat. Agar usaha pendidikan dapat berjalan dengan baik, maka masalah pendidikan tidak tergantung baiknya program-program yang telah di susundan tersedianya peralatan pendidikan yang lengkap serta tersedianya tenaga pengajar yang terdidik.

Salah satu faktor yang tidak kalah pentingnya dalam usaha pendidikan adalah anak didik itu sendiri, karena anak didik itulah yang pada akhirnya yang dijadikan sasaran dan di bentuk untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah di canangkan. Oleh karena sasaran didik itu adalah manusia yang masih dalam taraf perkembangan maka kita juga perlu mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perkembangannya.






DAFTAR ISI


1 KATA PENGANTAR                                                                         
2. PENDAHULUAN                                                                      II
3. DAFTAR ISI                                                                              III
4. FAKTOR-FAKTOR TERHADAP                                          
PERKEMBANGAN ANAK
5. PANDANGAN NATIFISME
6.. PANDANGAN NATURALISME
7. PANDANGAN EMPIRISME ATAU NATURALISME
8. PANDANGAN KONVERGENSI ATAU INTERAKSIONISME
9. REFERENSI




Faktor-Faktor Pengaruh  Perkembangan Anak

Untuk mengetahiu faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan anak didik, kita hendaknya berpaling kepada sejumalah tori atau pandangan yang telah di catuskan oleh berbagai ahli. Sebenarnya bnayak pandangan yang mengemukakan tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan anak. Pandangan-pandangan yang ada nampaknya dipengaruhi oleh dasar filsafat dari masing-masing ahli dalam hakikat anak. Dari berbagai pandangan atau teori yang ada pada dasarnya ada empat pandangan yang dapat digunakan untuk mengkaji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembagan anak.keempat pandangan itu adalah:

1. pandangan nativisme
2. pandangan empirisme
3. pandangan naturalisme
4. pandanagan interaksionisme

1.                Pandangan Nativisme
Para ahli yang mengikuti pandangan narivismeini berp[endapat bahwaperkembangan individu itu semata-mata di tentukan oleh faktor-faktor yang di bawa semenjak lahir salah satu tokoh yang menganut teori naivsmeini adalah schopainheuer, serang filsuf dari jerman yang hidup pada tahun1788-1880.
Schopenheuer berpendapat bahwa bayi itu lahir sudah dengan pembawaan baik dan pembwaan buruk. Oleh karena itu, menurutnya bahwa hasil akhir pendidikan di tentukan oleh anak itu sendiri. Penganut pandangan nativisme ini juga berpendapat bahwa lingkungan sekitar tidak ada artinya sebab lingkungan tidak akan berdaya dalam mempengaruhi perkembangan anak.
Pandangan nativisme ynag menekankan kepada peranan utama dalam perkembangan anak adalah pembawaan anak sejak lahir, itu juga ada benarnya. Memang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari bahwa anak mirip dengan orang tuanya, secara fisik, anak juga mewarisi bakat-bakat yang ada pada orang tuanya. Tetapi bawaan itu bukanlah merupakan satu-satunyafaktor yang menentukanperkembangan akhir seorang anak.
Pandangan nativisme yang menenkankan kepada peranan utama dalam perkembangan anak adalah pembwaan yang dibawa seejak lahir, itu juga dibawa pada benarnya. Memang sering kita jumpai kehidupan seehari-hari bahwa anak mirip denagan orang tuanya. Secara fisik, anak juga mewarisi bakat-bakatyang ada pada orang tuanya. Tetapi bawaan itu bukanlah merupakan salah-satunya faktor yang menentukan bawaan akahir sorang anak.
2 Pandangan Naturalisme
Pandangan yang ada kesamaan dengan pandangan natvisme adalah pandangan natralisame . pandangan ini di pelopori oleh seorang filsuf perancis bernama JJ. Rousseau. (172-1778). Berbeda dengan schopenheur, rousseau berpendapat bahwa semua anak yang baru lahir mempunyai pembawaan baik dan tidak ada seorangpun yang lahir dengan pembawaan buruk.
Namun pembawaan baik itu akan menjadi rusak karena pengaaruh lingkungan. Rousseau juga berpendapat bahwa pendidikan yang dii berikan orang dewasa dapat merusak pembawaan anak yang baik itu. Pandangan naturalisme tidak memandang penting pendidikan.
Pada pokoknya pandangan ini tidak memerlukan sistem pendidikan yang di rencanakan dan pelaksanaannya penuh dengan tindakan yang selalu dibuat-buat. Pandangan ini sudah lama di tinggalkan sebab pada kenyataanya pendidikan mampu membawa anak mampu kearah yang diharapakan.

.

3. pandangan ennvirisme atau environtelisme

Penganut pandangan ini menyatakan bahwa perkembangan anak tergantung pada lingkungan, sedangkan pembawaan tidak di pentingkan sebab waktu lahir seorang anak masih bersih. Pengalam yang diperoleh anak dalam kehidupan sehari-hari didapat dari dunia sekitarnya yang berupa stimulan-stimulan. Sedangkan itu dapat berasal dari alam bebas maupun dapat diciptakan oleh orang dewasa dalam bentuk program pendidikan.
Tokoh perintis pandangan ini adalah flsuf nggris bernama john locke (1632-1704). john locke mengembangkan teori yang terkenal dengan teori “tabula rasa” yang berpendapat bahwa anak lahir di dunia bagaikan kertas putih. Oleh karena linngkungan (environmen) anak memperoh pengalaman empiric,dan pengalaman empiric inilah menurut pandangan iniyang berpengaruh besar dalam menentukan perkembangan anak.      
Menurut pandangan envirisme atau environtalisme pendidik peranan yang sangat penting sebab pendidik akan dapat menyediakan lingkungan yang di kehendaki.
Pandangan ini juga nampaknya berat sebelah sebab hanya mementingkan lingkungan dan pengalaman yang diperoleh dari lingkungan. Sedangkan kemampuan dasar anak yang dibawa sejak lahir dianggap tidak ada. Menurut kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, kita dapatkan anak yang berhasil dalam stadinya meskipun lingkungan sekitarnya tidak mendukung. Keberhasilan ini di sebabkan oleh adanya kemampuan dari dalam anak itu sendiri. Dengan kemampuan yang berupa kecerdasan atau kemaun keras, anak beerusaha mendapatkan lingkungan yang dapat mengembangkan bakat atau kemampuan yang telah ada dalam dirinya.

2.                pandangan konpergensi atau interaksionisme

sesuai dengan namanya, pandangan konvergensi berusaha ingin menyatukan pandangan-pandangan yang telah dikemukakan didepan. Tokoh utama perintis pandangan ini adalah william stern ( 1871-1993 ). Dia adalah serang ahli pendidikan bangsa jerman. Dia berpendapat bahwa seorang anak dilahirkan kedunia sudah di sertai pembawaan baik maupun buruk. Para ahli yang menganut pandanagan ini berpendapat bahwa dalam proses perkembangan anak, baik faktor pembawaan maupun faktor lingkungan sama-sama mempunyai peranan yang sangat penting.
Peranan ini tidak memisahkan peranan faktor satu dengan fator yang lain. Bakat yang di bawa pada waktu lahir tidak akan berkembang dengan baik tampa adanya dukungan lingkungan yang sesuai untuk perkembangan bakat itu. Sebaliknya,lingkungan baik tidak dapat menghasilkan perkembangan anak yang optimal kalau dengan diri anak tidak terdapat bakat yang diperlukan untuk mengembangkan kemampuan yang di harapkan.
Berdasarkan pendangan konvergensi itu, william stern membuat suatu kesimpulan bahwa hasil pendididkan itu bergantung dari pembawaan dan lingkungan, dan di gambarkan sebagai kedua garis yang bertemu pada suatu titik.
Karena pandangan konvergensi yang artinya faktor menuju pada satu titik, dalam hal ini hasil pendididkan dan pandangan interaksionalisme yang artinya interksi antar berbagai masukan pendidkan yang akan menentukan hasil pendidika, maka dapat kita buat kesimpulan bahwa :
1.                pendidikan harus di berikan kepada anak
2.                pendidikan diartikan sebagai pertolongan yang diberikan kepada anak didik agar dapat mengembangkan potensi bakat yang baik dan mencegah / menghilangkan potesi bakat yang tidak baik.
3.                yang membatasi hasil pendidikan adalah pembawaan dan lingkungan.
Pada perinsifnya kita sependapat pada teori kenvergensi namun harus di tambahkan satu hal yang penting dan belum di di sebutkan oleh konvergensi itu sendiri. Satu hal yang perlu di tamabahkan adalah pandangan bahwa anak tidak boleh di pandang bersifat fasip atau tidak ada peranannya didalam proses interaksi antara pendidiakan dan pembawaan. Anak pada waktu di lahirkah dibekali dengan beraneka ragam kemampuan dan pembawaan, maka pendidik wajib menginsafkannya bahwa pada mereka terdapat beragam pembawaan yang wajib di ketahui dirinya sendiri. Dimana ada pembawaan yang baik dan ada pembawaan yang buruk. Ia hidup dalam suatu lingkungan tertentu dimana dapat di jumpai berbagai pengaruh yang baik, fan pengaruh yang buruk. Pendidik wajib menimbulkan kesediaan dan semangat pada anak didik agar dengan kekuatan dan oktoaktifitas sendiri mengembangkan bakat dan pembawaan yag baik, yang dimilikinya dan meninggalkan lingkungan yang merugikan karena menghambat perkembangan bakat dan pemmbawaan yang buruk.
Sebenarnya istilah penbawaan tidak hanya berupa potensi atau kemampuan waktu lahir saja, tetapi juga situasi  atau kondisi pembawaan tersebut didalam suatu waktu.
Pendidik adalah bagian dari lingkungan yang sangat penting peranannya dalam membantu anak mengembangkan kemampuan potensinya agar dapat bermanfaat bagi kehidupannya baik secara perorangan maupun sebagai anggota masyarakat, serta kehidupannya seharu-hari pada saat sekarang ataupun persiapan-persiapan kehidupanya yang akan datang.
Interaksi antarapembawaan dan lingkungan ( termasuk pendidikan), ini akan mencapai hasil yang di harapkan apabila anak sendiri harus memainkan peranan dan partisifasi yang aktif di dalam mencernakan segala pengalamanyang di perolehnya sebagai interaksi antara pembawaan yang dimilikinya antara pembawaan yang di milikinya dengan limngkungan ( termasuk pendidikan) tersebut.














REFERENSI



Ausubel, David P.,,Joseph D Novak dan Helen Hensia.”EducatinalPsyckologi: A Cognitif View  “New york Holt, Reinheart dan Winston 1968.



Martim, William E,, dan Celia burns Stendler. Child Behavior and Development. New York Har kourt, Brace dan Word inc. 1959.



Sumadi Suryabroto. Perkembangan individu. Jakarta : penerbit CV Rajawali. 1982.

No comments:

Post a Comment